Home » Lifestyle » Kriteria Investasi Reksadana Syariah dengan Pinjaman Uang Minim

Kriteria Investasi Reksadana Syariah dengan Pinjaman Uang Minim

Bedanya Reksa Dana SyariahBagi umat Islam, investasi reksadana syariah jadi pilihan utama ketika tidak mau ambil untung dari bunga. Kalau belum punya dananya, cukup ambil pinjaman uang minimal 100 ribu Rupiah saja sudah bisa investasi. Hal ini sudah didukung oleh fatwa dari DSN MUI No. 20 tahun 2001 tentang reksadana syariah. Lantas bagaimana kriteria investasi ini?

Menerapkan Sistem Wakalah dan Mudharabah

Kedua sistem ini harus disetujui oleh pihak manajer investasi maupun penanam modal. Sistem wakalah merupakan penyerahan sejumlah modal pada pihak tertentu. Sedangkan sistem mudharabah itu berkaitan dengan keuntungan berdasarkan bagi hasil. Berarti tidak ada bunga-bungaan sama sekali. Ini yang membedakan antara reksadana syariah dengan umum.

Pembagian Keuntungan Dilakukan oleh Manajer Investasi

Walaupun manajer investasi menjadi pihak yang berwenang atas pembagian keuntungan bagi hasil itu, tapi harus berdasar kesepakatan bersama. Risiko yang Anda tanggung sebesar dana yang disuplaikan ke manajer investasi. Sedangkan risiko yang ditanggung manajer investasi bisa dibilang tidak ada sama sekali, sebab fungsinya sebagai fasilitator.

Jenis Investasi Reksadana yang Ada Terbatas

Jenis investasi yang dipilih hanya yang sesuai syariat Islam. Tiada yang lain. Inilah yang membatasi variasinya. Setiap transaksinya harus terbebas dari penawaran palsu, penjualan barang yang belum dimiliki, insider trading, maupun adanya ketentuan utang lebih dominan ketimbang modal.

Emiten yang Berkaitan harus Berdasarkan Syariah

Sebagai badan usaha dari pemerintah yang mengeluarkan surat berharga, maka harus terbebas dari praktik riba. Bagaimana pun alasannya. Jangan sampai nisbah utang terhadap modal melebihi 82%. Setiap transaksi maupun praktiknya, apalagi yang bersifat prinsipil, tidak boleh diketahui pihak luar. Soalnya hal itu melanggar ketentuan syariat Islam.

Bagaimana dengan Hasil Investasi Reksadana Syariah?

Manajer investasi yang menangani investasi ini harus mengerti betul mekanismenya berdasarkan syariah. Setiap transaksinya kadang-kadang tidak bisa lepas dari pendapatan non-halal. Jadi, ketika hendak membagi keuntungan harus memisahkan antara non-halal dengan yang halal. Pendapatan halal boleh dibagi, sedang yang non-halal disumbangkan saja.

Kelihatannya rumit? Sebetulnya tidak juga. Hal yang perlu Anda lakukan hanya menyuplai dana per bulan. Bisa pula dalam sekali suplai dengan jumlah tertentu. Boleh kok dana itu berasal dari pinjaman uang, misalnya 100 ribu Rupiah ataupun lebih. Investasi reksadana syariah dijamin halal 100%.