Home » Others » Mengapa Pinjaman Tanpa Agunan Tunaiku Hanya untuk WNI?

Mengapa Pinjaman Tanpa Agunan Tunaiku Hanya untuk WNI?

Mengapa Pinjaman Tanpa Agunan Tunaiku Hanya untuk WNI?

Dalam sejumlah persyaratan untuk mendaftar pinjaman tanpa agunan Tunaiku, terdapat poin, bahwa calon nasabah harus WNI. Kenapa begitu? Banyak fasilitator pinjaman online juga memberlakukan kebijakan yang sama. Namun selama ini belum ada yang menjelaskan secara rinci. Jika Anda penasaran, silakan simak keterangan serta alasannya berikut ini.

Baik Website dan Aplikasi Tidak Pakai Bahasa Inggris

Pernah menelusuri website dan aplikasi Tunaiku secara lengkap, belum? Kalau belum, mulailah dari sekarang. Di Tunaiku tidak ada istilah atau uraian yang disebutkan dengan menggunakan bahasa Inggris. Hal ini mengindikasikan, bahwa Tunaiku memang hanya untuk WNI. Berbeda dengan tempat pinjaman online yang kadang menyertakan keduanya.

Padahal pembaca yang ditargetkan adalah warga Indonesia. Baik di website maupun aplikasi, penggunaan istilah Inggris paling-paling soal teknis atau back-end & front-end di Tunaiku. Misalnya bug, install, cookie, dan sebagainya. Selain itu, bahasa Indonesia semua. Lucu kalau targetnya orang Indonesia, tapi pakai bahasa Inggris.

Memiliki Kantor dan Fokus Perluasan Layanan di Indonesia

Memang ada kemungkinan, bahwa layanan Tunaiku akan menjangkau ranah internasional. Namun sepertinya masih jauh dari perkiraan. Sebagaimana yang kita tahu, kantor Tunaiku ada di Indonesia. Mula-mula di Surabaya, lalu di area Jakarta. Sedangkan saat ini, fokus layanan sudah menjangkau hingga ke 15 lebih wilayah vital Indonesia.

Kemungkinan besar, fasilitas pinjaman tanpa agunan Tunaiku akan terus diberikan kepada warga Indonesia. Tumbuh dari nol bersama Indonesia, besar juga bersama Indonesia. Mengingat daerah yang belum dijangkau jaringan internet masih tinggi, fasilitas tersebut agaknya belum go international dulu.

Misi Tunaiku sebagai Pionir Pinjaman Online Indonesia

Sebagai fasilitator pinjaman online, Tunaiku dikenal memiliki visi dan misi yang tinggi. Terbukti, bahwa sekarang jumlah agen, mitra, serta nasabahnya melonjak tajam dari tahun-tahun lalu. Hal itu karena Tunaiku memegang teguh kebijakan untuk memberi kemudahan layanan untuk warga Indonesia.

Lewat produk-produk unggulan seperti KTA, Tunaiku Prioritas, dan Tunaiku Referral, penyedia pinjaman ini diprediksi memang akan jadi pionir di bidangnya. Untuk membuktikan hal itu, Tunaiku agaknya enggan mengubah syarat pengajuan dengan penambahan WNA. Lebih baik dikenal baik di dalam negeri dulu. Mungkin begitu.

Demi Kesejahteraan Bangsa Indonesia

Sampai detik ini, Indonesia masih kalah perekonomiannya dari negeri tetangga, seperti Singapura, Malaysia, serta Brunei Darussalam. Beruntung, saat ini ekonomi Indonesia mulai membaik dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan kehadiran Tunaiku, diharapkan bisa membantu menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Sejak awal digagas, Tunaiku memang diperuntukkan bagi para peminjam kelas menengah ke bawah. Minimal memiliki gaji bulanan senilai 2 juta Rupiah. Namun masih terbuka untuk kalangan atas. Dilihat dari itu saja, sudah ketahuan misi-misi yang ditumbuh-kembangkan oleh Tunaiku sebagai penyedia pinjaman tanpa agunan.

Indonesia adalah Salah Satu Pengguna Internet Terbanyak

Dilansir dari Kominfo dan APJII per Maret 2018, jumlah pengguna internet Indonesia telah menyentuh angka 143 juta jiwa. Setara dengan 54,7% dari total populasi Republik Indonesia. Jumlah pengguna internet Indonesia masuk dalam peringkat 10 besar. Jadi, buat apa promosi sampai ke luar negeri, sedangkan di Indonesia saja sudah banyak pengguna internetnya?

Sedangkan rata-rata pengguna internet tersebut difasilitasi oleh smartphone. Baik yang berbasis sistem operasi Android, Apple, dan semacamnya. Kemungkinan besar untuk mengunduh aplikasi di Google Play Store dan mengajukan pinjaman online Tunaiku semakin tinggi.

Sekarang sudah tahu kan alasan hanya WNI saja yang boleh mendaftar pinjaman tanpa agunan Tunaiku. Dengan kata lain, Tunaiku memberikan hak-hak istimewa untuk warga Indonesia. Soalnya kalau warga negara asing ikut meminjam dana Tunaiku, kemungkinan besar akan mengubah sebagian besar kebijakan Tunaiku selama ini.