Home » Others » Puteri Sukanto Tanoto Masuk ke Daftar 25 Filantropis Berpengaruh di ASEAN

Puteri Sukanto Tanoto Masuk ke Daftar 25 Filantropis Berpengaruh di ASEAN

Puteri Sukanto Tanoto Masuk ke Daftar 25 Filantropis Berpengaruh di ASEANSebuah perusahaan bernama Royal Golde Eagle merupakan sebuah grup perusahaan manufaktur yang berbasis Sumber Daya Alam yang berkantor di Singapur, Hong Kong, Jakarta, Beijing, dan Nanjing. Royal Golden Eagle grup global dengan total aset lebih dari 18 miliar dolar Amerika, memperkerjakan 60.000 orang. RGE juga memiliki perusahaan yang bergerak dalam industry kelapa sawit, pulp dan kertas, selulosa special, serat viscose, hingga yang baru-baru ini adalah pengembangan energi. Perusahaan ini didirikan oleh salah seorang pengusaha sukses dan terkenal di dunia bernama Sukanto Tanoto. Sebagai seorang pengusaha dan visioner, ia memulai bisnis kayunya di tahun 1967. Setelah mencapai sukses, ia beralih ke industri sumber daya alam lainnya, seperti kelapa sawit, kehutanan, pulp dan kertas, serta pembangkit tenaga listrik.

Seperti pepatah mengatakan “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, Sukanto Tanoto bersama istrinya, Tinah Bingei Tanoto dikaruniai anak-anak yang hebat, yaitu: dua anak laki-laki dan dua anak perempuan. Andre Tanoto, Imelda Tanoto, Anderson Tanoto, dan Belinda Tanoto.

Belinda Tanoto sendiri adalah seorang anggota Komite Eksekutif Tanoto Foundation dan masuk dalam “Asean Impact 25”, sebuah katalog yang berisi kompilasi gagasan 25 filantropis berpengaruh di Asia Tenggara. Dalam hal ini, peluncuran katalog bersamaan dengan acara ASEAN Philanthropy Dialogue yang diselenggarakan oleh Asia Philanthropy Circle (APC) di Singapura, 21 Maret 2018.

Belinda memimpin generasi baru bagi Tanoto Foundation, sebuah yayasan filantropi keluarga yang didirikan oleh kedua orang tuanya dan meletakkan dasar-dasar kegiatan filantropi yang bertujuan menanggulangi kemiskinan melalui pendidikan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas hidup. Saat ini, Belinda Tanoto membawa Tanoto Foundation sebagai repesentasi yayasan filantropi yang lebih muda dan fokus pada strategi untuk menghasilkan dampak sosial yang berkelanjutan.

Dan pada tahun 2017 silam, keluarga Tanoto mengkaji kembali kegiatan filantropi mereka tersebut dan strategi baru ini lebih kepada investasi sumber daya manusia di seluruh siklus hidupnya. Selain itu, Tanoto Foundation juga mendukung pendidikan dan pengembangan anak usia dini denganmenekan angka kasus stunting (kerdil) di Indonesia. Dalam hal ini, Sembilan juta anak mengalami stunting yang merupakan angka yang tidak dapat diterima untuk negara berpenghasilan menengah seperti Indonesia. Ketika isu stunting mengemuka dan tengah menjadi sorotan pemerintah, Belinda mengantisipasinya dengan telibat lebih aktif dalam bidang ini.

Selain itu juga, Tanoto Foundation juga berusaha untuk meningkatkan hubungan dengan pemerintah sebagai pengembangan dan perluasan program. Mereka selalu melakukan pendekatan yang berbeda pada sebuah masalah. Setelah mereka memiliki yang model yang baik mereka berbagi dengan pemerintah agar mereka bisa mereplikasinya. Hal itulah yang membuat ambisi Belinda untuk bermitra dengan 20.000 sekolah dasar dalam satu dekade ke depan. Dan itulah Puteri Sukanto Tanoto masuk ke daftar 25 Filantropis berpengaruh di ASEAN.